Tuesday, May 12, 2009

this used to be my playground


pulang (jkt, 1998)


Maka aku pun terjatuh dalam duka


Saat kusadar bahwa inilah saat terakhir aku berada di tempat ini. Sepuluh tahun aku berada di sini. Dengan segala suka dan duka. Canda tawa dan isak tangis. Sukacita dan cerita kematian pernah bersenandung disini.


Oh kenangan, entah berapa lama lagi aku harus meninggalkan jejakku?


Mengapa kenangan indah selalu berakhir dengan sedu sedan? Tiadakah insan yang bisa hidup selamanya? Mengapa hanya ingatan saja yang bisa hidup selamanya? Pun jika otak, sang penyimpan kenangan itu mati, turut mati pula semuanya. Lenyap ditelan deru maya.


Maka aku terduduk dalam pilu.


Mengingat bahwa aku pernah mengalami semua kehidupan dan kematian di tempat ini. Mungkin takkan bisa kutinggalkan tempat ini, meski tubuhku berada nun jauh di ujung angkasa raya.

Maka aku termenung dalam nestapa.


Saat kuketahui bahwa semakin deras waktu berlarian, berkejaran memakan jiwa-jiwa yang masih haus akan sedikit lagi saat untuk mengecap keindahan

Oh, mengapa kebahagiaan selalu berumur pendek?


Maka habislah dayaku.


Terbawa bersama cucuran peluh dan hati yang menangis, mengais setiap memori yang berceceran.


Oh, andai aku bisa membawa kalian semua ke kemanapun aku berada!

Wednesday, May 6, 2009

doa seorang (mantan) pelacur...

doaku yang ingin kupanjatkan bagimu, wahai para sahabatku;

semoga dikau senantiasa bahagia
dalam usaha penghidupanmu dengan bayaran tinggi
sampai kau harus mengorbankan bukan hanya tubuhmu,
tetapi juga harga dirimu, waktumu, keluargamu, bahkan kehormatanmu sebagai penguasa

kiranya kau senantiasa bahagia
dalam setiap usahamu mencari keselamatan nyawa
namun jangan kau lupa kiranya bahwa jiwamu pun perlu diselamatkan

semoga Sang Gusti mengampuni segala kesalahanmu

terlebih lagi semoga Dia mengampuni jiwa majikanmu, sang pelacur wahid,
yang sama sekali sudah tidak punya nurani


salam hangat,
sahabatmu, yang pernah melacur dulu...